Kampung Budaya Polowijen Kota Malang, Tempat untuk Pelestarian Seni-Budaya
Di Kota Malang Jawa Timur terdapat sebuah kampung tematik yaitu Kampung Budaya Polowijen. Letak kampung tersebut berada di Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dari jalan utama Surabaya-Kota Malang hanya membutuhkan beberapa menit untuk sampai ke kampung ini. Ini karena Polowijen sendiri berada di jalan utama tersebut. Sejarah Polowijen Dalam Kitab Pararaton disebutkan bahwa Akuwu
Di Kota Malang Jawa Timur terdapat sebuah kampung tematik yaitu Kampung Budaya Polowijen. Letak kampung tersebut berada di Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dari jalan utama Surabaya-Kota Malang hanya membutuhkan beberapa menit untuk sampai ke kampung ini. Ini karena Polowijen sendiri berada di jalan utama tersebut.

Sejarah Polowijen

Dalam Kitab Pararaton disebutkan bahwa Akuwu Tumapel Tunggul Ametung tertarik dengan seorang gadis putri Mpu Purwa. Gadis tersebut terkenal mempunyai keindahan fisik yang luar biasa, melebihi wanita-wanita yang ada di Tumapel. Gadis tersebut bernama Ken Dedes. Tunggul Ametung berangkat ke tempat tinggal Mpu Purwa dan anak gadisnya, yaitu Desa Panawijen. Ketika sampai di Panawijen Tunggul Ametung hanya bertemu dengan Ken Dedes. Tidak sabar menunggu kedatangan Mpu Purwa maka Ken Dedes pun dibawa lari. Ken Dedes kemudian dijadikan istri oleh Tunggul Ametung. Tunggul Ametung kemudian dibunuh oleh Ken A(ng)rok dan merebut Si Gading Panawijen yang pada waktu itu tengah hamil. Anak turun Ken Dedes, baik dengan Tunggul Ametung maupun dengan Ken Arok inilah yang akan menjadi raja-raja Jawa, mulai dari Singasari, Majapahit, Demak, Pajang, sampai dengan Mataram Islam. Dia adalah ibu dari raja-raja Jawa. Seiring perkembangan zaman Panawijen menjadi Polowijen dan merupakan nama salah satu kelurahan yang ada di Kota Malang.

Mbak Reni Polowijen dan Tari Topeng Malang

Di awal abad ke-20 Desa Polowijen mencuat dengan sseni tarinya. Adalah Mbah Reni orang menjadi maestro dan sekaligus pencipta tari topeng. Karena Mbak Reni ini Polowijen sempat terkenal dengan sebutan Desa Reni. Makam Mbak Reni sendiri terletak di tersebut. Topeng yang dibuat oleh Mbah Reni ini kemudian terkenal dengan Topeng Malangan. Alias topeng yang khas daerah Malang.

Kampung Budaya

Di tengah gelombang ketertarikan masyarakat Indonesia akan pengembangan budaya peninggalan para leluhur di Kelurahan Polowijen juga dibangun sebuah kampung tematik budaya yang disebut Kampung Budaya Polowijen. Kampung ini berusaha lagi menghidupkan budaya yang pernah dibesarkan oleh Mbah Reni dan berusaha mengangkat nama Polowijen yang mempunyai nilai historis yang sangat berharga bagi nusantara, yaitu tempat lahir dan dibesarkannya ibu raja-raja Jawa. Ke depan tempat ini mungkin dapat dikembangkan seperti Kampung Budaya Sindang Barang yang ada di Kabupaten Bogor.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *